28 Oktober 2008

Risalah Cinta


Risalah Cinta
Kitab Asal: At-Thariq ila Allah (Kitab As-Sidq)
Oleh: Abu Sa’id Al Kharraz ra
Keluaran: Diadit Media
Halaman: 127 mukasurat

Salam

Adalah antara kitab yang telah diwarisi oleh para ahli sufi yang telah disembunyikan cukup lama agar tidak terjatuh ke tangan orang-2 yang bukan ahlinya. Kitab nie laksana mutiara terpendam yang tidak bleh diserahkan kepada orang-2 yang matahatinya tertutup.

Inilah jalan yang mesti ditempuh oleh manusia dalam usaha menunaikan tujuan hidupnya, kata pengakuan Abu Sa’id Al kharraz ra.

“ Lama sekali aku mencari-Nya, tapi yang ku temui hanyalah diriku sendiri, sekarang aku mencari diriku, tapi yang ku temui hanyalah Dia. Jika kalian temui Dia, maka kalian akan terlepas dari segala sesuatu dan jika kalian terlepas dari segala sesuatu, maka kalian akan menemui-Nya. Lalu mana yang harus lebih didahulukan di antara keduanya?. Hanya Allah lah yang lebih tahu. Jika Allah menampakkan Diri maka kamu tiada, dan jika kamu ada maka Dia menampakkan diri. Lalu mana lebih dahulu? Hanya Allah lah yang lebih tahu”.

Apabila seorang hamba tersadar daripada kesilapannya, maka ia akan berfikir dan meneliti segala nikmat yang telah di karuniakan Allah padanya, baik yang dulu mahupun yang baru. Maksud nikmat-2 Allah yang dulu adalah, karunia pemberian-Nya di saat kamu masih belum ada apa-apa lagi, dengan menggolongkan kamu ke dalam kelompok ahli tauhid dan menjadikan kamu beriman dan mengenal zat-Nya yang Maha Mulia. Dia telah menetapkan namamu dengan Qalam di Lawh Mahfuz sebagai seorang muslim, pada hal telah banyak manusia dari masa lampau yang telah dibinasakan oleh-Nya, dan kamu telah dipilih untuk dimasukkan ke dalam golongan terpilih, dari orang yang beriman dan selamat.

Setelah itu kamu dimasukkan ke dalam suatu umat yang terbaik dari sekelian umat, menganuti satu agama yang paling mulia dan, menjadi umat kekasih-Nya iaitu nabi Muhammad SAW. Kemudian Dia memberimu hidayah untuk terus berpegang pada Sunah Nabi saw dan, memberimu petunjuk dengan syariat-Nya, serta menjauhkanmu dari kesesatan hawa nafsu. Lalu Dia memeliharamu, membelamu dan memberimu makanan serta minuman sehingga kamu dapat hidup dan berkembang.

Tapi sayangnya kamu membalasnya dengan tidak baik. Air Susu dibalas dengan Tuba. Kamu mengingkari segala karunia-Nya, lalai memelihara wasiat-Nya. Meskipun demikian, Allah tetap tidak membalas kejahatanmu dengan kejahatan yang serupa, malah Dia menutupinya, memaafkannya dan juga masih menyayangimu.

Sesudah itu, Dia masih tetap menunjukkan kasih-Nya terhadapmu, dengan cara memberi kesadaran atas kelalaianmu. Lalu Dia, mengingatkanmu akan banyaknya ketaatan yang masih belum kamu tunaikan dan masih terus memberimu peluang untuk kembali dan bertaubat kepada-Nya, hingga kamu diletakkan ditempat yang paling baik dan diridhai-Nya.

Dari Anas Ibn Malik ra berkata: “Selama aku mengabdi kepada Nabi Muhammad saw, belum pernah sekalipun beliah menegur atas apa yang aku lakukan. Umpamanya mengatakan, mengapa engkau melakukan itu atau mengapa engkau tidak berbuat begini? Tapi yang biasa beliau katakan, “Begitulah yang telah ditetapkan Tuhan, dan beginilah yang telah ditentukan Tuhan.”

Dari Umar Ibn Al khattab ra berkata: “Aku tidak pernah menghiraukan keadaanku di waktu pagi atau petang, adakah sesuai dengan kehendakku atau sebaliknya, sebab aku tidak pernah tahu keadaan mana yang lebih baik buat diriku.”

Pernah Nabi Muhammad Saw berkata kepada Ibn Mas’ud ra: “Wahai anak hamba Allah ! kamu jangan banyak berfikir, sebab apa-apa yang ditakdirkan-Nya pasti akan terjadi. Dan makanlah apa-apa yang boleh engkau perolehi sebagai rezekimu.”

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami.” QS Ath Thuur:48

Kitab nie dibahagikan kepada tiga bahagian:
1.Jalan keselamatan
2.Pintu-pintu kebenaran
3.Maqam-maqam orang yang benar
Akhir kata sebuah kitab yang sukar untuk dilepaskan.

2 ulasan:

sHi sYaHirAH HaNiM iDRiS berkata...

salam
just keep in mind that Allah is the best planner.

UnInX berkata...

salam..

Tima kasih yer.. Dulu ana pernah ditanya oleh guru ana..

Adakah Allah tak salah pilih kita nie..?
Dengan menggolongkan kita dalam umat kekasih-Nya iaitu Nabi Muhammad saw.

Adakah Allah tak salah pilih kita nie..?
Dengan memasukkan kita kedalam umat-Nya yang termulia dari sekelian umat-Nya.

Adakah Allah tak salah pilih kita nie..?
Dengan keadaan kita yang berlumuran dengan dosa nie, masih lagi Allah memilih kita.

Adakah Allah tak salah pilih kita nie..?
Adakah layak kita dipilih.. cuba la muhasabah diri kita.. Bukti la yg kita nie adalah pilihan yang terbaik..