22 Oktober 2008

Mengapa Harus Berserah

Mengapa Harus Berserah
Kitab Asal: Al-Tanwir Fi Isqath Al-Tadbir
Oleh: ibnu Atho’illah ra
Keluaran: Serambi
Halaman: 335 mukasurat
Salam
Buku ini menawarkan cara tepat untuk memandang hidup. Kerananya, buku ini ibarat kacamata, yang dengannya matahati kita yang rabun boleh melihat kesempurnaan. Dengan penglihatan yang sempurna, tentulah hidup ini menjadi semakin jelas. Dan dengan jelasnya hidup, tentunya perjalanan kita menempuhnya menjadi lebih lurus dan lancar.

Pemberian Tuhan yang telah anda terima mengingatkanmu kepada-Nya sehingga anda lebih siap menerima hukum ketetapan-Nya. Sebagai mana Dia telah menetapkan untukmu sesuatu yang anda sukai, anda juga mesti bersabar menghadapi sesuatu yang Dia sukai. Sebab, sabar menerima ketentuan Allah akan mendatangkan rida-Nya. Kerana itulah mereka rela memikul beban ujian. Mereka mengharapkan rida-nya. Sama seperti orang yang menahan pahitnya ubat kerana ingin sembuh.

Jika anda menyadari baiknya pilihan Allah swt, ia akan merasa yakin bahawa Dia tidak pernah menghendaki hamba-Nya menderita, kerana Dia Maha Penyayang. Allah berfirman,

“Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” QS Al Ahzab:43

Suatu ketika Rasulullah saw melihat seorang wanita bersama anaknya.
Rasulullah saw bersabda, “Mungkinkah ia meleparkan anaknya ke dalam kobaran api ?”
Para sahabat menjawab, “Tentu saja tidak, wahai Rasulullah saw.”
Rasulullah saw bersabda, “Allah lebih menyayangi hamba-Nya yang beriman lebih dari wanita itu menyayangi kepada anaknya.”

Hanya saja, Allah swt menakdirkan pelbagai penderitaan untuk mu demi karunia dan anugerah yang akan datang sesudahnya. Seandainya Allah swt membiarkan hamba menjalani pilihan mereka sendiri, tentu mereka tidak akan mendapatkan karunia-Nya dan tidak bisa masuk ke syurga-Nya. Segala puji bagi Allah atas pilihan-Nya yang baik. Allah berfirman,
“Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagi kalian. Dan boleh jadi
kalian menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagi kalian.”
Kitab ini mengandungi 13 bab kesemuanya:
1.Berserah diri dan tidak ikut mengatur
2.Maqam keyakinan
3.Mengapa tidak boleh ikut mengatur
4.karamah paling utama: Tidak mengatur
5.Berserah diri kepada Allah swt
6.Jenis-jenis pengaturan
7.Mengapa Allah memberi kita hasrat untuk mengatur
8.Hikmah berusaha
9.Hukum menyimpan harta
10.Penjelasan tentang doa Syeikh Abu Al Abbas Al-Mursi ra
11.Perumpamaan mengatur bersama Allah
12.Seruan Ilahi
13.Doa-doa
Akhir kata sebuah kitab yang luar biasa.

Tiada ulasan: